selamat datang blok andra

Senin, 15 November 2010

Mengatur Jarak Judul Posting dari Header

Apakah anda kurang puas dengan posisi judul posting blog anda? Misalnya terlalu dekat atau terlalu jauh dari header. Gambar di bawah ini adalah contoh dari judul posting yang terlalu mepet ke header (judul postingnya: Koor Pentagona+)

Mengatur Jarak Judul Posting dari Header

Nah, jika anda ingin mengaturnya, maka bisa dilakukan dengan cara berikut:

1. Masuklah ke halaman Dasbor blog anda lalu klik Rancangan.

Mengatur Jarak Judul Posting dari Header
2. Kemudian klik pada Edit HTML.

Mengatur Jarak Judul Posting dari Header

3. Untuk berjaga-jaga jika terjadi kesalahan sebaiknya backup dulu template anda dengan mengklik Download Template Lengkap.

Mengatur Jarak Judul Posting dari Header

4. Kemudian carilah kode: #main-wrapper

5. Agar lebih mudah mencarinya tekan (Ctrl + F) pada keyboard lalu tekan Enter. Maka akan muncul kotak Find. Ketiklah kode yang akan dicari pada kotak tersebut lalu tekan Enter, maka secara otomatis akan muncul kode yang dicari dalam keadaan terseleksi dengan warna hijau.
Mengatur Jarak Judul Posting dari Header

6. Kemudian tambahkanlah kode ini di bawahnya (posisi barisnya tidak menjadi masalah): padding-top: 20px; Jika diterjemahkan arti kode ini adalah: jarak judul posting ke batas atas (header) adalah 30 pixels. Gantilah angkanya sesuai keinginan anda. Setelah kode tersebut ditambahkan maka penulisannya akan menjadi seperti ini:

#main-wrapper {
background:#ffffff;
float:left;
margin-left:0px;
padding-top:20px;
padding-left:30px;
padding-right:30px;

7. Jika sudah kliklah SIMPAN TEMPLATE dan tunggu hingga proses selesai.
Mengatur Jarak Judul Posting dari Header

8. Sekarang lihatlah hasilnya dengan mengklik Lihat Blog.

Mengatur Jarak Judul Posting dari Header

9. Sebagai contoh inilah perubahan tampilan posisi judul posting. Tampak jaraknya sudah agak menjauh dari header.

Mengatur Jarak Judul Posting dari Header


Read more: Mengatur Jarak Judul Posting dari Header - blogernas http://www.blogernas.co.cc/2010/05/mengatur-jarak-judul-posting-dari.html#ixzz15Mi0gu8h

Sabtu, 09 Oktober 2010

Rosita Hembuskan Nafas Terakhir * Siswi SMPN 2 Lahat


* Derita Kanker Tulang Ganas

LAPOS, Merapi Timur - Masih ingat dengan Rosita (16), siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Lahat yang sebelumnya divonis menderita kanker tulang ganas, dan bahkan tangan kirinya sempat diamputasi. Akhirnya meninggal dunia. Dugaan sementara, meninggalnya Rosita ini sendiri juga masih berkaitan dengan penyakit yang dideritanya sendiri.
            Rosita menghembuskan nafasnya pada Kamis (7/10) sekitar pukul 09.30 WIB, setelah sebelumnya sempat dirawat di RS PTBA Tanjung Enim selama 22 hari dan RSK Charitas Palembang. Kabar ini sendiri datang pihak sekolah dari Kepala SMP Negeri 2 Lahat, Heri Yusuf SPd MM, Jum’at (8/10).
            “Kita terima kabar dari keluarga Kamis sore secara langsung, setelah memang sebelumnya kami tahu Rosita ini kembali harus dirawat di rumah sakit,” ungkap Heri.
            Pihak sekolah juga mengetahui kabar bahwa Rosita sendiri langsung dimakamkan di desanya, yaitu Desa Arahan, Kecamatan Merapi Timur sore itu juga (Kamis). Sejauh ini, pihak sekolah dan rekan-rekan Rosita yang ada, sudah melayat ke rumah duka, dan memberikan sumbangan belasungkawa alakadarnya.
            “Kita langsung mengirimkan perwakilan sekolah dan teman-teman korban untuk melayat, sembari memberikan sedikit sumbangan sukarela,” papar Heri.
            Heri menambahkan, pihak sekolah sangat kehilangan murid yang cerdas, dimana kesehariannya di dalam sekolah, Rosita siswa mudah bergaul dengan siapa saja, termasuk dengan guru-guru.
            “Rosita siswa pintar, dia berteman tanpa pandang bulu, mudah bergaul, kalau belajar selalu memperhatikan dengan serius dan baik, kami atas nama SMP Negeri 2 Lahat begiti kehilangan dan akan merindukannya,” tandasnya.
            Sementara itu, Kurdi (46) orang tua Rosita mengemukakan, anaknya meninggal setelah dirawat selama 22 hari di RS Bukit Asam Tanjung Enim, setelah itu dirujuk ke RSK Charitas, guna mendapatkan perawatan lebih intensif. “Kemungkinan besar, penyakit yang dideritanya sudah terlalu lama, sehingga telah menjalar ke seluruh tubuh Rosita,” katanya.
            Ia menyebutkan, dirinya atas nama keluarga Rosita sangat berterima kasih atas kunjungan yang dilakukan pihak sekolah, dan teman-teman sejawatnya yang begitu peduli dan memperhatikan.
            “Saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada kepala sekolah, guru-guru, dan teman-teman Rosita yang jauh-jauh dari Lahat melayat dan mendoakan anak kami tercinta,” pungkas Kurdi.

Rabu, 29 September 2010

FERRY, Kiper Sriwijaya FC Cedera

Misi Sriwijaya FC untuk mencuri poin saat melawat ke markas Deltras Sidoarjo sore ini cukup berat. Pasalnya, Laskar Wong Kito terancam kehilangan dua pilar terbaiknya, Ferry Rotinsullu dan Claudiano ”Diano” do Santos karena cedera. ”Ya, Ferry dan Diano mengalami cedera. Tapi, tidak terlalu serius,” kata Siswandim, sekretaris tim Sriwijaya FC, kemarin (28/9).
Ferry Rotinsullu terancam absen lantaran cedera punggung. Kiper timnas ini mengalaminya usai membentur tiang gawang saat latihan kemarin. Sedangkan, Diano mengalami cedera engkel kaki kanan. ”Kalau Diano engkelnya sedikit sakit. Meski tidak terlalu parah, keduanya tetap harus diterapi,” imbuhnya.
Cederanya Ferry dan Diano menjadi ancaman tersendiri bagi Sriwijaya FC. Sebab, kedua pemain ini merupakan benteng kokoh tim yang baru saja meraih double winner pra-musim.
Ferry merupakan salah satu kiper terbaik yang sulit ditaklukkan penyerang lawan. Terbukti, sepanjang laga yang dilakoninya, pemilik jersey 12 ini selalu menjadi pilihan utama. Seperti pada laga final Community Shiled akhir pekan lalu, berulang kali, suami Annisa Katharima sukses menahan gempuran striker Arema Indonesia. Sedikitnya tiga kali Ferry memblok tendangan Noh Alamsyah dkk saat duel 1 on 1.
Praktis, kondisi ini mengancam lini pertahanan Sriwijaya. Bahkan, berpotensi keropos dan mudah diubrak-abrik penyerang Deltras yang dimotori Marcio Souza. ”Mudah-mudahan pemain yang cedera bisa lekas sembuh dan bisa di turunkan pada pertandingan nanti,” ujar Siswandi.

para lansia buta aksara diajarkan baca tulis


BIMBING: Ny Khoriyah sedang membimbing para ibu buta aksara di lingkungan Kota Baru, Selasa (28/9).

Lansia Buta Aksara Diajarkan Baca Tulis
           
LAPOS, Lahat - Buta keaksaraan di Kabupaten Lahat wajib diberantas, karena pemerintah menginginkan agar Bumi Seganti Setungguan harus bebas dari keaksaraan, baik itu membaca, tulis maupun baca tulis dalam Alquran.
            Seperti apa yang dilakukan Muslimat NU Lahat sangat tepat sekali, lansia yang tidak tamatan SD dan buta keaksaraan dikumpulkan lalu diajarkan cara menulis dan membaca Alquran.
            “Memang program ini baru digelar, sebelum lebaran tadi. Karena kegiatan ini merupakan salah satu program Muslimat NU untuk keaksaraan. Alhamdullilah saya ditunjuk sebagai pembimbing yang mengajarkan para lansia khususnya yang buta keaksaraan di wilayah Kota Baru,” kata Khoiriyah kepada Lapos, Selasa (28/9).
             Dikatakan olehnya, selain memberikan pembelajaran tentang menulis dan membaca pada umumnya, para lansia tersebut juga diberikan pembelajaran membaca Alquran. “Untuk saat ini jumlah anggota kita sebanyak sepuluh orang yang kesemuanya ini para lansia yang buta aksara. Oleh karena itulah dalam seminggu saja kegiatan ini kita lakukan tiga kali tergantung mereka yang menentukannya,” ucapnya.
            Bagi Khoiriyah, tak hanya siang saja kegiatan tersebut digelar, termasuk malam pun juga dilaksanakan. “Jika mereka banyak kerjaan siangnya dan tak dapat melaksanakan pelajaraan ini, mungkin kita lakukan malamnya. Karena mereka ingin agar bebas dari buta aksara,” lanjutnya.
            Dirinya menegaskan, dengan tujuan pemberian pembelajaran terhadap keaksaraan, kiranya warga yang tak dapat membaca dapat membaca, dan yang tak dapat menulis juga bisa menulis.
“Dengan tujuan kita seperti inilah, para lansia yang buta akan keaksaraan dapat kita bimbing supaya nantinya mereka bebas dari keaksaraan. Yakni bisa menulis, baca, dan bisa baca Alquran,” terangnya Khoriyah.
            Tak hanya itu saja, ia mengharapkan, supaya pemerintah Lahat dapat memperhatikan program tersebut. “Kita menginginkan supaya ada perhatian dari pemerintah. Karena Lahat ini bisa bebas dari keaksaraan,” harapnya.
            Sementara Isna (60) warga Kota Baru mengatakan, kegiatan tersebut sangat bermakna dan bermenfaat bagi warga yang buta aksara. “Kite ni senang nian dapat belajar. Apelagi kite diajarke bace, nulis, ngaji. Pe lagi dak katek ape-ape kite nich, karene uhang duson cume gawe kebon, ngume bae, dem tu bahek ke umah. Dan banyak menfaatnye kite belajar bace, karana kite ni nak bebas dari keaksaraan,” pungkasnya dengan logat berbahasa Lahat.

 
Photography Templates | Slideshow Software